<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Raden Ajib</title>
	<atom:link href="http://raden.ajib.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://raden.ajib.org</link>
	<description>Si Ganteng Raden Yudi di Blog Ajib.Org</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 May 2012 18:15:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Cerpen Terbaik Sepanjang Masa</title>
		<link>http://raden.ajib.org/cerpen-terbaik-sepanjang-masa/</link>
		<comments>http://raden.ajib.org/cerpen-terbaik-sepanjang-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 18:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen Romantis]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen Terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raden.ajib.org/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Cerpen Terbaik Sepanjang Masa. Peri yang Tak Berhenti Mencari Selendangnya&#8230; Seperti katamu, kesempurnaan itu tak... <a class="meta-more" href="http://raden.ajib.org/cerpen-terbaik-sepanjang-masa/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cerpen Terbaik Sepanjang Masa</strong>. Peri yang Tak Berhenti Mencari Selendangnya&#8230; Seperti katamu, kesempurnaan itu tak pernah ada. Termasuk, sempurna merindumu.</p>
<p>Pernahkah kamu dengar kisah tentang bait-bait senyum yang melantun dari ujung bibir seorang jejaka, beberapa saat setelah ia sembunyikan selendang seorang peri? Aku yakin kamu sudah pernah mendengar kisah itu. Aku yakin kamu juga tahu bagaimana akhir cerita itu yang, konon, sang peri tak bisa kembali ke kahyangan dan merelakan dirinya menjadi istri bagi jejaka tukang intip itu.</p>
<div id="attachment_35" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://raden.ajib.org/cerpen-terbaik-sepanjang-masa/cerpen-terbaik/" rel="attachment wp-att-35"><img class="size-full wp-image-35" title="Cerpen Terbaik" src="http://raden.ajib.org/wp-content/uploads/2012/05/Cerpen-Terbaik.jpg" alt="Cerpen Terbaik" width="300" height="225" /></a>
<p class="wp-caption-text">Cerpen Terbaik</p>
</div>
<p>Akan tetapi, tahukah kamu, sebenarnya peri itu tak pernah menjadi manusia, apalagi menjadi istri lelaki si tukang intip itu? Baiklah, akan aku ceritakan untukmu kisah yang sebenarnya. Aku tahu, kisah ini tak akan mengubah apa pun. Kamu tetap bersama orang yang bukan aku, dan aku akan tetap membayangkan suatu ketika kamu pulang dan tak bepergian lagi, meski selendang yang kamu cari telah kamu temukan.</p>
<p>Aku yakin, cerita ini juga tak berarti apa-apa bagimu karena aku telah berkali-kali mengisahkannya kepadamu, meskipun selalu dengan awal dan akhir yang berbeda. Setidaknya, kamu punya banyak sudut pandang. Sebagai lelaki tukang intip atau peri yang gemar memamerkan kemolekan tubuhnya.</p>
<p>Beginilah kisahnya.</p>
<p>☼☼☼<br />
Konon, lelaki itu dicap pemalas, tukang bikin onar, tukang tidur yang selalu menjadi sarang cibir orang sekampung. Setiap purnama tiba, ia punya kebiasaan aneh yang menyimpang jauh dari jejaka seumurannya. Begitu malam senyap, ia mengendap-endap menuju telaga di tengah hutan, telaga tempat ikan dan ganggang bersenang-senang dan tujuh peri bertubuh ramping asyik-masyuk membersihkan badan.</p>
<p>Begitulah. Kini, di depan mata, tampaklah tujuh peri sedang berenang riang di telaga bening tanpa sehelai benang pun menghalang pandang. Tak satu pun dari ketujuh peri itu yang menyadari bahwa di rimbun semak: sepasang mata sedang mengintai mereka. Sementara itu, di benak lelaki pengintai, pikirannya dirasuki kegilaan yang aneh. Berkelebat keinginan untuk menjebak salah satu peri dan menjadikannya istri pendamping hidup.</p>
<div id="attachment_43" class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><a href="http://raden.ajib.org/cerpen-terbaik-sepanjang-masa/bersamamu/" rel="attachment wp-att-43"><img class="size-full wp-image-43" title="Bersamamu" src="http://raden.ajib.org/wp-content/uploads/2012/05/Bersamamu.jpg" alt="Bersamamu" width="450" height="387" /></a>
<p class="wp-caption-text">Bersamamu</p>
</div>
<p>Maka, kedua tangannya menjulur, memindahkan selendang dari pucuk dedaun ke kantung bajunya. Dan, di matanya, terpampang harapan akan tidur seranjang dengan perempuan berparas ayu.<br />
☼☼☼</p>
<p>Kita tak pernah tahu bagaimana sebenarnya akhir dongeng itu.</p>
<p>Orang-orang mengira si jejaka akhirnya berhasil menjebak si peri, kemudian mereka hidup bahagia sebagai sepasang suami-istri. Tetapi, bagaimana mereka bisa bahagia? Bukankah salah satu dari mereka bukan manusia seperti kita? Atau, jangan-jangan peri itu sebenarnya adalah gadis biasa yang sedang diasingkan ke tengah hutan, tapi sejarawan atau pencerita enggan menuturkan kisah yang sebenarnya?</p>
<p>Bukankah mereka hidup serumah tanpa ikatan perasaan yang bertaut kuat, sebutlah semacam saling mencinta?</p>
<div id="attachment_42" class="wp-caption alignnone" style="width: 330px"><a href="http://raden.ajib.org/cerpen-terbaik-sepanjang-masa/wanita-muslimah-berdoa/" rel="attachment wp-att-42"><img class="size-full wp-image-42" title="Wanita Muslimah Berdoa" src="http://raden.ajib.org/wp-content/uploads/2012/05/Wanita-Muslimah-Berdoa.jpg" alt="Wanita Muslimah Berdoa" width="320" height="240" /></a>
<p class="wp-caption-text">Wanita Muslimah Berdoa</p>
</div>
<p>Orang-orang juga menduga, konon, akhirnya si peri menemukan selendangnya ketika hendak mengangkat seikat padi di lumbung dan selendangnya teronggok di atas lantai. Tetapi, mengapa si jejaka begitu ceroboh menyimpan sesuatu yang bisa membuat hatinya merana sepanjang hidupnya? Benarkah tak ada tempat menyembunyikan selendang yang aman selain di lumbung?<br />
Kamu suka bertanya dan aku lebih banyak merenungkan jawabannya. Bagiku, banyak rahasia yang disembunyikan oleh waktu dan akal pikiran. Itu sebabnya aku tetap merindumu, meski sebenarnya aku tak layak lagi mengharapkan kehadiranmu. Namun, apa akhir dongeng itu? Entahlah, aku tak pernah menyelesaikannya.</p>
<p>Seperti rinduku, kepadamu, yang tak pernah selesai.<br />
☼☼☼</p>
<p>Seperti katamu, kesempurnaan itu tak pernah ada. Termasuk, sempurna merindumu. Kemudian, diam-diam kecemasan menghantui ketenanganku. Kamu seperti peri yang setiap hari sibuk mencari selendangnya. Sementara aku tak pernah benar-benar mampu mengejarmu, menjangkaumu, mendekapmu. Maka, sempurnalah kecemasan ini, cemas kehilangan kamu.</p>
<p>Namun, kubiarkan saja rindu-rindu itu bepergian mencarimu karena aku merasa telah dipilih oleh takdir sebagai perih yang paling merindumu.<br />
Meski begitu, aku tetap merindumu.<br />
☼☼☼</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raden.ajib.org/cerpen-terbaik-sepanjang-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penghasilan Turun Tapi Rejeki Naik Drastis</title>
		<link>http://raden.ajib.org/penghasilan-turun-tapi-rejeki-naik-drastis/</link>
		<comments>http://raden.ajib.org/penghasilan-turun-tapi-rejeki-naik-drastis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 16:59:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat Online]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Doa]]></category>
		<category><![CDATA[PPC]]></category>
		<category><![CDATA[Rejeki]]></category>
		<category><![CDATA[Rejeki Terbesar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raden.ajib.org/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Penghasilan Turun Tapi Rejeki Naik Drastis. Yah, itulah yang sedang Raden alami untuk saat ini... <a class="meta-more" href="http://raden.ajib.org/penghasilan-turun-tapi-rejeki-naik-drastis/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penghasilan Turun Tapi Rejeki Naik Drastis</strong>. Yah, itulah yang sedang <a href="http://raden.ajib.org/">Raden</a> alami untuk saat ini bahwa penghasilanku dari dunia online benar-benar sedang turun. Banyak blog-blog andalan yang tadinya menghasilkan sekarang sudah tidak lagi. Yah, itulah risiko pemain bisnis online dalam hal ini blogging / ppc. Bahkan seperti kata orang tua, &#8220;Penghasilan pasang surut itu hal biasa&#8221;.<br />
<img class=" wp-image-14 " title="Menyendiri Merenung" src="http://raden.ajib.org/wp-content/uploads/2012/05/Menyendiri-Merenung-300x242.jpg" alt="Menyendiri Merenung" width="460" height="394" /><br />
Namun disisi lain justeru rejeki saya sekarang ini benar-benar tiada ternilai harganya, selama ini saya terlalu mengeluh penghasilan namun tidak menyadari betapa rejeki yang diberikan Alloh SWT kali ini melebihi apapun yang pernah saya dapatkan dari dunia online, rejeki saya adalah Jabang bayi yang masih dalam kandungan istri saya, yah&#8230; itulah rejeki terbesar dalam hidup saya. Ya Alloh yang Maha mengetahui sesuatu yang belum pernah orang ketahui, Ya Alloh yang Maha mendengar Doa hambanya, Ya Alloh yang Maha pemberi Rizqi&#8230; berikanlah yang terbaik untuk anakku. Amin&#8230;</p>
<p>Saya pernah ingat saat awal berdirinya tim Seo Ajib, senior saya Yasirli suka menyanyikan lagu &#8220;Jangan Menyerah&#8221;, lagu tersebut sangat menginspirasi saya untuk tetap bersyukur kepada Alloh SWT atas semua yang telah saya dapat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raden.ajib.org/penghasilan-turun-tapi-rejeki-naik-drastis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEO WordPress Vs SEO Blogspot</title>
		<link>http://raden.ajib.org/seo-wordpress-vs-seo-blogspot/</link>
		<comments>http://raden.ajib.org/seo-wordpress-vs-seo-blogspot/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 06:40:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Blogspot]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Wp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raden.ajib.org/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang ini kan nyari dollar di internet udah gak kayak dulu, kalau dulu mah tergolong... <a class="meta-more" href="http://raden.ajib.org/seo-wordpress-vs-seo-blogspot/">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang ini kan nyari dollar di internet udah gak kayak dulu, kalau dulu mah tergolong gampang, kita setting blog wp, setting agc, tinggal pergi. Tunggu 2 sampai 3 minggu dah bisa ngasilin duit tuh, kalo sekarang boro2&#8230;</p>
<p>Banyak blogger yang manfaatin blogspot, tapi lebih banyak lagi kekna wordpress, nah, saya lagi nyoba belajar sedikit demi sedikit <a href="http://raden.ajib.org/">SEO</a> untuk kedua jenis blog tersebut. Moga beberapa saat kedepan bisa membuahkan hasil. <img src='http://raden.ajib.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raden.ajib.org/seo-wordpress-vs-seo-blogspot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://raden.ajib.org/hello-world/</link>
		<comments>http://raden.ajib.org/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 12:45:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raden.ajib.org/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raden.ajib.org/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

